
“Gedung BPU Jadi Panggung Cerita! Boneka dan Dongeng Pahlawan Menyihir Anak TK”
21 November 2025, Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, TP-PKK Desa Loa Duri Ulu menyelenggarakan kegiatan mendongeng bertema “Dongeng Pahlawan” bertempat di Gedung BPU Desa Loa Duri Ulu. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan lima anak dari setiap TK/PAUD se-Desa Loa Duri Ulu. Acara menghadirkan Walrina, Relawan Literasi Masyarakat dari Perpustakaan Nasional RI, yang khusus datang untuk membawakan dongeng interaktif.


Acara dimulai dengan sambutan Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, yang menekankan pentingnya menanamkan nilai kepahlawanan sejak dini melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan dan program literasi sangat penting untuk mengasah kecerdasan anak sejak dini. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua TP-PKK Desa sekaligus Bunda PAUD Desa, Kasnah, yang menyampaikan bahwa mendongeng bukan hanya hiburan, tetapi sarana membangun imajinasi, empati, serta karakter positif bagi anak-anak.
Setelah sambutan, anak-anak diajak mengenal Rumah DILAN (Rumah Pendidikan dan Keterampilan Desa Loa Duri Ulu), yang berada di bawah naungan TP-PKK Desa. Dalam penjelasannya, ketua TP-PKK menerangkan bahwa Rumah DILAN merupakan ruang literasi desa yang menyediakan berbagai jenis buku bacaan untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa—semuanya dapat dipinjam secara gratis oleh warga. Selain itu, Rumah DILAN juga menampilkan berbagai hasil keterampilan PKK seperti kerajinan tangan, produk olahan rumah tangga, dan karya kreatif lain yang menjadi wadah pemberdayaan perempuan desa. Anak-anak diajak melihat beberapa koleksi buku bergambar dan diperkenalkan bagaimana cara meminjamnya.


Sebelum masuk pada sesi mendongeng, TP-PKK bersama pendongeng mengajak seluruh murid untuk mengikuti gerak dan lagu sebagai pemanasan. Suasana Gedung BPU pun berubah ceria ketika anak-anak mengikuti irama sambil tersenyum gembira.
Pada sesi utama, Walrina menampilkan dongeng bertema kepahlawanan menggunakan alat peraga berupa boneka. Boneka tersebut menjadi pusat perhatian anak-anak karena digunakan secara interaktif untuk memperkuat alur cerita dan membangun imajinasi. Dengan gaya bercerita yang hidup, ekspresif, dan dialog yang mudah dipahami, Walrina berhasil membuat anak-anak fokus, antusias, dan ikut merespon jalannya cerita.
Selama mendongeng, anak-anak tampak terhibur sekaligus mendapatkan pesan moral tentang keberanian, ketulusan, dan semangat membantu sesama—nilai-nilai yang menjadi inti dari semangat Hari Pahlawan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa TP-PKK Desa Loa Duri Ulu terus berkomitmen memberikan edukasi kreatif kepada anak usia dini, sekaligus memperkuat budaya literasi melalui pemanfaatan Rumah DILAN sebagai pusat belajar dan berkarya di desa.









