
“Transformasi Desa Dimulai! Gema Desa Berdaya Perkenalkan QRIS dan Layanan Digital Idaman”
Loa Duri Ulu, 16 Juni 2025 – Kegiatan bertajuk “Gema Desa Berdaya” yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Mulawarman resmi digelar di Desa Loa Duri Ulu. Kegiatan pengabdian ini mengusung semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong kemajuan desa berbasis digital dan pemberdayaan lembaga lokal.
Acara dimulai dengan sosialisasi sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS yang disampaikan oleh tim dari Bank Kaltimtara. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan UMKM. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti penjelasan dan simulasi penggunaan QRIS, yang ke depannya diharapkan dapat menjadi alternatif transaksi yang mendukung ekonomi lokal secara modern.


Sementara itu, pada hari yang sama, Pemerintah Desa Loa Duri Ulu menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Ketua RT se-desa. Rapat ini berlangsung secara terpisah dari kegiatan mahasiswa, namun tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian upaya membangun sinergi antara pemerintah desa dan lembaga masyarakat. Dalam rapat tersebut dibahas dua agenda utama, yakni sosialisasi penggunaan QR Code pada aplikasi Disapa Idaman sebagai bentuk inovasi layanan publik berbasis digital, serta pembahasan teknis mengenai pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk RT.
Melalui aplikasi Disapa Idaman, warga desa kini dapat mengakses berbagai layanan administratif secara daring, sehingga mempermudah proses pelayanan dan mempercepat respon dari pemerintah desa. Sementara itu, pembahasan BKKD menitikberatkan pada pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana di tingkat RT, demi memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan masing-masing.


Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak eksternal seperti perguruan tinggi menjadi kunci dalam memperkuat fondasi pembangunan desa. Ia mengapresiasi kegiatan “Gema Desa Berdaya” sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pengembangan potensi desa.
Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama antara perangkat desa, mahasiswa, dan warga sebagai simbol semangat gotong royong dan cita-cita bersama menuju desa yang berdaya, melek digital, dan semakin maju.





